Soybean Grinding Machine (Gas) MH-205 SS

Seri MH-203 dan MH-205 adalah mesin giling kedelai hybrid gas+listrik — panas dari LPG atau natural gas, motor listrik kecil (25–60W) hanya menggerakkan batu giling. Cocok untuk usaha olahan kedelai (susu kedelai, tahu, tempe, sari kedelai) yang ingin menghemat biaya listrik…

Harga: Hubungi untuk kuotasi grosir
Order: Mulai 1 pc, harga grosir bertingkat sesuai volume
Respons: <30 menit (Sen-Sab, 8:00-17:00 WIB)
Minta Kuotasi via WhatsApp Telp 0817 7575 7525

Product Description

Seri MH-203 dan MH-205 adalah mesin giling kedelai hybrid gas+listrik — panas dari LPG atau natural gas, motor listrik kecil (25–60W) hanya menggerakkan batu giling. Cocok untuk usaha olahan kedelai (susu kedelai, tahu, tempe, sari kedelai) yang ingin menghemat biaya listrik atau di lokasi dengan supply listrik terbatas. Tersedia dalam 4 model: MH-203 S/SS dan MH-205 S/SS, dengan kapasitas tangki 60 sampai 98 liter.

Keunggulan gas + listrik kecil — hemat biaya operasional

Mesin giling kedelai konvensional (full-electric) butuh listrik 1–3 kW untuk pemanasan + grinding. Versi MH gas memisahkan dua fungsi:

  • Panas (proses cooking kedelai): dari LPG atau natural gas — jauh lebih murah per BTU dibanding listrik di Indonesia.
  • Grinding (mekanis): motor listrik kecil 25 atau 60 watt — konsumsi listrik minimal.

Implikasi praktis: di area dengan listrik PLN terbatas (mis. daerah industri kecil, atau tahu/tempe rumahan dengan instalasi listrik 1300 VA), MH gas bisa beroperasi tanpa upgrade kelistrikan. Bandingkan dengan mesin elektrik penuh yang butuh 3-phase atau minimum 2200 VA.

Cara kerja — gas heat + stone grinding

  1. Loading kedelai rendam: kedelai yang sudah direndam semalam (24 jam) dimasukkan ke tangki bersama air.
  2. Pemanasan gas (LPG/natural gas): burner di bawah tangki memanaskan campuran air+kedelai. Suhu naik untuk softening dan extraction.
  3. Grinding stones rotating (motor 25–60W): dua batu giling berputar pelan menggiling kedelai jadi bubur halus. Karena motor kecil, RPM rendah → grinding lembut (tidak overheat protein kedelai).
  4. Output: bubur kedelai siap untuk separasi (untuk susu kedelai → squeeze cloth) atau setting (untuk tahu → coagulant + cetak).

Proses batch (bukan continuous) — operator load satu batch, tunggu cook+grind selesai, drain, ulang.

Perbandingan spesifikasi 4 model — data aktual katalog

SpesifikasiMH-203 SMH-203 SSMH-205 SMH-205 SS
Frequence*50/60 Hz50/60 Hz50/60 Hz50/60 Hz
Bahan bakarLPG / Natural GasLPG / Natural GasLPG / Natural GasLPG / Natural Gas
Kapasitas tangki60 L76 L90 L98 L
Power motor25 W25 W60 W60 W
Voltage110/220 V110/220 V110/220 V110/220 V
Weight54 kgs_belum tersedia_ ⚠️65 kgs_belum tersedia_ ⚠️
Size (P × L × T)650 × 650 × 930 mm650 × 650 × 1030 mm780 × 990 × 1030 mm780 × 990 × 1155 mm

* “Frequence” pada halaman katalog kami adalah typo dari “Frequency”.

⚠️ Catatan jujur: Halaman katalog kami tidak mencantum berat untuk MH-203 SS dan MH-205 SS. Akan kami konfirmasi saat kuotasi.

Pola scaling:
Tank volume naik bertahap: 60 → 76 → 90 → 98 L. SS variant menambah ~16-25% volume vs S variant pada base model yang sama.
Motor power: MH-203 series 25W (lebih kecil), MH-205 series 60W (2.4× lebih besar) — sesuai jumlah kedelai yang harus digiling.
Footprint: MH-203 lebih kompak (650×650mm), MH-205 lebih besar (780×990mm).

Apa beda S vs SS?

Dari halaman katalog kami, S vs SS membedakan kapasitas tangki — bukan material stainless steel:

  • MH-203 S: 60 L, 930mm tinggi
  • MH-203 SS: 76 L (+27%), 1030mm tinggi (lebih tinggi karena tangki lebih besar)
  • MH-205 S: 90 L, 1030mm tinggi
  • MH-205 SS: 98 L (+9%), 1155mm tinggi

Motor power dan footprint horizontal tetap sama dalam satu sub-seri (203 atau 205). Pilihan S vs SS = kapasitas batch per cook cycle.

Cara memilih kapasitas

Pilih berdasarkan batch size per cook cycle + frekuensi produksi:

  • Tahu/tempe rumahan, susu kedelai botolan kecil (1–2 batch/hari, 60–76 L per batch): MH-203 S atau MH-203 SS. Motor 25W cukup; listrik <100W total dengan blower.
  • Toko susu kedelai menengah, tahu UMKM (3–5 batch/hari, 90–98 L per batch): MH-205 S atau MH-205 SS. Motor 60W; output 270–490 L/hari (3–5 batch).

Faktor lain:
Sumber gas: kebanyakan operator pakai LPG 12kg tabung. Konsumsi gas per batch tergantung suhu cooking — perkiraan 0.5–1 kg LPG per batch 60-100L.
Ventilasi: gas combustion butuh ventilasi cukup (ruang terbuka atau exhaust hood).
Air bersih: setiap batch butuh air ratio ~6:1 (mis. 10 kg kedelai + 60 L air untuk MH-203 S).
Drainage: bubur ampas (okara) sebagai byproduct — siapkan tempat drainage.

Bahan bakar pilihan: LPG vs Natural Gas

Kedua mesin support dua bahan bakar:
LPG (tabung): paling umum di Indonesia (tabung 3kg / 12kg). Praktis untuk lokasi tanpa instalasi gas. Biaya per batch lebih tinggi tapi flexible.
Natural Gas (PGN pipa): tersedia di area perkotaan dengan jaringan PGN (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dll). Lebih murah per BTU tapi butuh instalasi pipa.

Konversi LPG ↔ Natural Gas mungkin perlu ganti nozzle burner — konfirmasi saat order.

Penggunaan umum

  • Pabrik tahu UMKM: cooking + grinding kedelai → bubur → press + coagulant → cetak tahu.
  • Pabrik tempe: cooking + grinding → fermentasi dengan ragi Rhizopus → cetak tempe.
  • Susu kedelai botolan / cup: cooking + grinding + squeeze + pasteurize → bottling.
  • Sari kedelai untuk catering: batch besar untuk kantin, sekolah, rumah sakit.
  • Bahan baku roti / kue dengan flour kedelai: post-grinding, dryer → tepung kedelai.

FAQ

  • Bisa dipakai dengan listrik PLN 1300 VA? Bisa — motor hanya 25-60W, dengan blower exhaust pun total <500W. Jauh di bawah kapasitas 1300 VA.
  • Konsumsi LPG per batch? Estimasi 0.5–1 kg LPG per batch 60-100L (tergantung suhu kerja, durasi cook). Konfirmasi praktis dari operator.
  • Apakah harus pakai 2 kompor (gas + listrik) terpisah? Tidak — burner gas dan motor listrik sudah terintegrasi dalam unit. Cuma butuh selang LPG/koneksi PGN + steker listrik standard.
  • Apa beda S vs SS? Kapasitas tangki: SS lebih besar (203 SS: 76 L vs S: 60 L; 205 SS: 98 L vs S: 90 L). Bukan “stainless steel”.
  • Berapa output (susu kedelai/tahu) per batch? Rumus kasar: 1 kg kedelai → 6-8 L susu kedelai → 1-1.5 kg tahu. MH-203 S 60L tank ≈ 10 kg kedelai/batch ≈ 80 L susu / 12-15 kg tahu.
  • Apakah perlu tabung LPG khusus? Tidak — pakai LPG standard 3kg atau 12kg dengan regulator standard.
  • Bisa kerja di outdoor warung makan? Bisa, asal terlindung dari hujan dan angin (burner sensitif terhadap angin kuat).
  • Service dan suku cadang batu giling? Batu giling adalah suku cadang aus (wear part) — siapkan stock pengganti per 6-12 bulan tergantung intensitas pemakaian.
  • Berapa lama 1 batch? Cook + grind 1 batch biasanya 30-60 menit (tergantung suhu cook + kekentalan target).
  • Melayani B2B & seluruh Indonesia? Ya — konsultasi teknis dan kuotasi tersedia.

Catatan penting: Spesifikasi, kapasitas, dimensi, dan kelengkapan teknis dapat berbeda per model serta menyesuaikan karakteristik material dan kebutuhan produksi Anda. Angka pada halaman ini mengacu pada data katalog yang tersedia dan bukan jaminan performa untuk semua aplikasi. Kesesuaian untuk material atau persyaratan tertentu (termasuk kebutuhan sertifikasi/regulasi) perlu dikonfirmasi lebih dulu. Untuk informasi lengkap, konfirmasi spesifikasi, dan kuotasi — hubungi kami via WhatsApp.

There are no reviews yet.

Be the first to review “Soybean Grinding Machine (Gas) MH-205 SS”